Di kawasan Gandus, Palembang, terdapat sebuah karya monumental yang memadukan seni ukir tradisional dengan nilai-nilai keagamaan: Al-Qur'an Al-Akbar, yang juga dikenal sebagai Al-Qur'an Raksasa Palembang. Berbeda dari mushaf pada umumnya, seluruh ayat Al-Qur'an di tempat ini dipahat pada lembaran kayu tembesu berukuran besar. Kini, Al-Qur'an Al-Akbar menjadi salah satu ikon wisata religi Kota Palembang dan dikenal karena keunikan seni ukirnya.
Gagasan pembuatannya muncul pada 2002 dari seniman kaligrafi asal Palembang, Syofwatillah Mohzaib, setelah menyelesaikan karya kaligrafi untuk Masjid Agung Palembang. Dari gagasan tersebut dimulailah proses panjang penulisan, pemeriksaan, dan pemahatan ayat-ayat suci pada kayu. Puluhan pengukir dan tenaga lainnya terlibat dalam pengerjaan yang berlangsung sekitar enam hingga tujuh tahun hingga seluruh 30 juz dapat diselesaikan.
Al-Qur'an Al-Akbar terdiri dari 30 juz dengan sekitar 630 halaman, yang tersusun pada ratusan lembar atau panel kayu. Setiap halaman berukuran sekitar 177 × 140 sentimeter dengan ketebalan sekitar 2,5 sentimeter. Huruf-huruf Arab dipahat timbul dan diberi warna keemasan di atas permukaan kayu berwarna gelap, sementara bagian tepinya dihiasi motif tumbuhan dan ornamen khas Palembang. Ketika panel-panel tersebut tersusun menjulang di dalam bangunan, pengunjung seakan berada di antara halaman sebuah mushaf dalam ukuran arsitektural.
Sebelum dipamerkan di lokasi sekarang, bagian-bagian Al-Qur'an ini sempat ditempatkan di Masjid Agung Palembang untuk diperlihatkan kepada masyarakat sekaligus mendapatkan koreksi terhadap tulisan dan susunan ayatnya. Pada 2011, karya tersebut dipindahkan ke kawasan Gandus. Al-Qur'an Al-Akbar kemudian diresmikan pada 30 Januari 2012 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam rangkaian pertemuan parlemen negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam di Palembang.
Memasuki Bayt Al-Qur'an Al-Akbar memberikan pengalaman yang berbeda dari sekadar melihat sebuah karya kaligrafi. Panel-panel kayu berukuran besar menjulang hingga beberapa tingkat, dipenuhi barisan ayat berwarna keemasan dan ukiran tradisional yang dikerjakan dengan teliti. Di tempat ini, Al-Qur'an hadir bukan hanya sebagai teks untuk dibaca, tetapi juga sebagai karya seni monumental yang mempertemukan tradisi Islam dengan kekayaan seni ukir Palembang