palembang

Profil Kota Palembang

Kota Palembang adalah ibu kota provinsi Sumatra Selatan, yang merupakan kota terbesar kedua di Sumatera. Dengan luas wilayah 400,61 km² Kota Palembang dihuni oleh 1.643.488 juta penduduk pada 2018 (Data BPS Kota Palembang, 2018).

Lambang Kota Palembang memiliki arti yaitu, Bangunan Sirah dilambangkan sebagai rumah Palembang warna asli merah tua coklat dengan pinggiran keemasan berikut 2x (4+5) = 18 tanduk lembaran daun teratai.

Ditengah atasan terdapat kembang melati yang belum mekar, berikut simbar yang melambangkan kerukunan kekeluargaan dan kesejahteraan Kota Palembang disegala zaman. Puncak rebung warna kuning keemasan, melambangkan kemuliaan dan keagungan.

Jumlah 8 buah, melambangkan kemuliaan dan keagungan. Jumlah 8 buah, melambangkan bulan Agustus yang bersejarah, bulan Proklamasi yang mengingatkan perjuangan Kemerdekaan RI.

Segi tiga ialah sebuah Bukit yang termasyur di Palembang dengan nama BUKIT SIGUNTANG berwarna hijau berikut sinar keemasan, melambangkan tanggal 17 hari Proklamsi Kemerdekaan RI.

Bukit Siguntang adalah tempat kesucian dimasa zaman purbakala yaitu diabad ke VII s/d XII terdapat kumpulan candi-candi, kuil-kuil dan Perguruan Tinggi dikunjungi oleh Pendeta-pendeta dan pelajar-pelajar di seluruh Asia.

Secara astronomis, Kota Palembang terletak antara 2°52’ – 3°5’ Lintang Selatan dan 104°37’ – 104°52’ Bujur Timur.

Sedangkan berdasarkan posisi geografisnya, batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut: Utara, Timur, Barat berbatasan dengan Kabupaten Banyuasin – Selatan berbatasan dengan Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Ogan Ilir.

Pada tahun 2018 berdasarkan SK Nomor 136/4123/BAK, terbentuk Kecamatan Jakabaring yang merupakan pemekaran dari Kecamatan seberang Ulu I dan Kecamatan Ilir timur Tiga yang merupakan pemekaran dari Kecamatan Ilir timur II, sehingga saat ini wilayah administrasi Kota Palembang terbagi menjadi 18 kecamatan dan 107 kelurahan.

Kepadatan penduduk di 18 kecamatan tersebut cukup beragam, kecamatan dengan kepadatan penduduk tertinggi terletak di Kecamatan Ilir Timur I sebesar 12.048 jiwa/km² dan kepdatan terendah di Kecamatan Gandus sebesar 945 jiwa/km².

Penduduk Palembang merupakan etnis Melayu dan menggunakan Bahasa Mealayu yang telah mengalami penyesuain dengan dialek setempat.

Selain penduduk asli, terdapat warga pendatang dari Jawa, Minangkabau, Madura, Bugis dan Banjar. Sedangkan warga keturunan yang banyak tinggal di Palembang adalah Tiongha, Arab dan India.

Untuk jumlah angkatan kerja di Kota Palembang menurut data BPS sebanyak 742.346 orang, dari angka tersebut 92,79 persen diantaranya merupakan penduduk yang bekerja.

Berdasarkan lapangan pekerjaan utama dari penduduk yang bekerja di Kota Palembang, persentase terbesar penduduk laki-laki bekerja di sektor jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan, sedangkan penduduk perempuan persentase terbesar bekerja di sektor perdagangan besar, eceran, rumah makan dan hotel.

Sektor pariwisata Kota Palembang diarahkan pada peningkatan perannya dalam kegiatan ekonomi yang dapat menciptakan lapangan kerja serta kesempatan berusaha, dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat serta penerimaan daerah.

Pada tahun 2018, tingkat hunian kamar hotel berbintang sebesar 66,49% sedangkan hotel non berbintang sebesar 36,77%. Untuk rata-rata menginap tamu asing dan domestik, baik di hotel berbintang maupun non bintang sebesar 1,72 dan 1,20 hari. Destinasi wisata yang dimiliki Kota Palembang antara lain :

a. Sungai Musi
b. Jembatan Ampera
c. Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I
d. Benteng Kuto Besak
e. Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya
f. Taman Purbakala Bukit Siguntang
g. dsb.

Selain memiliki destinasi wisata yang potensial, Kota Palembang juga memiliki daya tarik dari sisi seni dan budaya yaitu Kesenian Dul Muluk, Tari Gending Sriwijaya, Tari Tanggal, kesenian Islami Syarofal Anam.

Lagu Melati Karangan, Lagi Dek Sangke dan Rumah Adat Palembang adalah Rumah Limas serta Rumah Rakit. Berbicara mengenai destinasi wisata, seni dan budaya, rasanya belum cukup kalau kita belum membahas mengenai wisata kuliner yang dimiliki Kota Palembang, Pempek sebagai makanan khas yang telah terkenal di seluruh Indonesia.

Dengan menggunakan bahan dasar utama daging ikan dan sagu, masyarakat Palembang berhasil mengembangkan bahan dasar tersebut menjadi beragam jenis pempek dengan variasi isian maupun bahan tambahan lain seperti telur ayam, kulit ikan, maupun tahu pada bahan dasar tersebut.

Jenis pempek yang terdapat di Palembang antara lain pempek kapal selam, pempek lenjer, pempek keriting, pempek adaan, pempek kulit, pempek tahu, pempek pistel, pempek udang, pempek lenggang, pempek panggang, pempek belah dan pempek otak – otak.

Sebagai pelengkap menyantap pempek, masyarakat Palembang biasa menambahkan saus kental yang terbuat dari rebusan gula merah, cabe dan udang kering yang disebut saus cuka (cuko). Poin-poin yang disebutkan diatas merupakan daya tarik Kota Palembang untuk dikunjungi oleh wisatawan macanegara maupun domestik.